Ticker

6/recent/ticker-posts

Kemenkes RI Lakukan Pemantauan dan Monev Pelayanan Kesehatan Tradisional di Kalurahan Pampang

Pemantauan dan Monev Kesehatan Tradisional di Pampang
Pemantauan & Monev Kesehatan Tradisional di Pampang

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar kegiatan Pemantauan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Kesehatan Tradisional di Kalurahan Pampang, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (16/9/2025). Acara yang berlangsung di Omah Jamu Pampang ini merupakan bagian dari upaya nasional memperkuat pelayanan kesehatan tradisional sekaligus mengumpulkan data dan bahan pembahasan Rencana Pembangunan Medis Kesehatan (RPMK) substansi kesehatan tradisional di Provinsi DI Yogyakarta.

Kegiatan ini menindaklanjuti Surat Pemberitahuan Kemenkes RI No. YT.02.06/B.V/1475/2025 tentang Pemantauan dan Monev Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Tradisional. Kehadiran tim pusat dan daerah diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan monev ini, Kemenkes RI diwakili oleh Arief Febriano Pandhu H, S.Tr. Battra dan Diva Prima W, A.Md Battra, tenaga kesehatan tradisional dari Griya Sehat Kemenkes RI. Mereka didampingi perwakilan Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, serta drg. Indras Hening P., Kepala Puskesmas Paliyan, beserta jajarannya.

Turut hadir Lurah Kalurahan Pampang, Bapak Saiful Kohar, yang menyambut langsung tim pemantauan dan monev di lokasi. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap penguatan pelayanan kesehatan tradisional di wilayahnya.

Kegiatan lapangan ini dipandu oleh Pokdarwis Candra Wisata Pampang, yang diwakili Irvan E., Tuya Katta, dan Lindu Adjie. Pokdarwis ini berperan mendukung pemanfaatan potensi kesehatan tradisional sebagai daya tarik wisata edukatif di Pampang.

Selain pemantauan di Omah Jamu Pampang, tim monev juga menyempatkan diri berkunjung ke Omah Jamu Pandowo milik Ibu Aisyah, yang menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan tradisional masyarakat setempat. Dalam kunjungan ini, tim melihat langsung praktik, pelayanan, serta produk-produk jamu yang dihasilkan masyarakat, sekaligus mendiskusikan tantangan yang dihadapi para pelaku kesehatan tradisional.

Menurut Arief Febriano Pandhu H, pemantauan ini penting untuk menjaga mutu pelayanan dan memastikan keberlanjutan praktik kesehatan tradisional yang sesuai standar. Sementara Diva Prima W menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang bertukar pengalaman antara pelaku kesehatan tradisional dan tenaga kesehatan pemerintah.

Bapak Saiful Kohar selaku Lurah Kalurahan Pampang menyampaikan apresiasinya atas kunjungan ini. Ia berharap kegiatan pemantauan dan monev menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tradisional sekaligus memperkuat identitas Pampang sebagai sentra jamu dan edukasi kesehatan tradisional.

Kesehatan tradisional menjadi salah satu fokus pembangunan kesehatan nasional, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan herbal, jamu, dan metode penyembuhan alami. Pemerintah terus mendorong pembinaan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan tradisional agar dapat berjalan selaras dengan layanan kesehatan modern.

Kepala Puskesmas Paliyan, drg. Indras Hening P., menyatakan bahwa dengan adanya pemantauan langsung dari Kemenkes RI, pihaknya dapat memperoleh masukan untuk penguatan regulasi, pembinaan, dan pengembangan pelayanan kesehatan tradisional di tingkat lokal.

Dengan adanya kegiatan pemantauan dan monev ini, Kalurahan Pampang diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu desa yang aktif mengembangkan layanan kesehatan tradisional berbasis potensi lokal. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah pusat diharapkan mampu mendorong pengembangan wisata kesehatan tradisional yang berkelanjutan.

“Selain untuk memastikan pelayanan kesehatan tradisional berjalan sesuai standar, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan identitas Pampang sebagai sentra jamu dan pusat edukasi kesehatan tradisional,” ujar perwakilan Pokdarwis Candra Wisata Pampang.

Melalui monitoring dan evaluasi rutin, diharapkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tradisional yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Sekaligus, kegiatan ini memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu provinsi pelopor dalam pengembangan layanan kesehatan tradisional di Indonesia.

Posting Komentar

2 Komentar