Ticker

6/recent/ticker-posts

Program JIAT di Pampang: Pengeboran Irigasi Air Tanah Dukung Produktivitas Petani di Wilayah Kering Gunungkidul

Peogram JIAT di Pampang Gunungkidul: Pengeboran Irigasi Air Tanah Dukung Produktivitas Petani di Wilayah Kering

Program JIAT di Pampang: Pengeboran Irigasi Air Tanah Dukung Produktivitas Petani di Wilayah Kering Gunungkidul

Tekik, Pampang – 17 Oktober 2025
Pengeboran sumur irigasi di Pampang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperluas pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi kekeringan yang kerap melanda lahan pertanian. Salah satu lokasi penerima manfaat berada di Tekik, Padukuhan Kedungdowo Wetan, Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani dan ketahanan pangan di daerah beriklim kering.

Pembangunan JIAT di Pampang merupakan bagian dari inisiatif nasional Kementerian PUPR yang menargetkan pemanfaatan air bawah tanah secara berkelanjutan. Infrastruktur ini meliputi sistem pompa air tanah, jaringan distribusi, dan fasilitas panel pompa untuk menjamin ketersediaan air sepanjang tahun bagi pertanian lahan kering.

Pelaksanaan kegiatan di lokasi dimulai dengan doa bersama dan selamatan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon kelancaran pengeboran. Acara ini diikuti masyarakat, perangkat kalurahan, pendamping proyek, serta tokoh masyarakat setempat.

“Semoga pengeboran ini membawa manfaat besar, membantu petani mengairi ladang mereka di musim kemarau, dan menjadi langkah nyata menuju ketahanan pangan desa,” ujar Lurah Pampang, Saiful Kohar.

Menurut Saiful, selama ini wilayah Pampang menghadapi tantangan serius dalam hal ketersediaan air. Dengan adanya JIAT, masyarakat berharap hasil pertanian meningkat dan lahan yang semula menganggur dapat kembali produktif. Ia juga mengapresiasi kehadiran pihak teknis dan pemerintah yang memberikan perhatian langsung ke tingkat desa.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jaringan irigasi air tanah menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memastikan kemandirian pangan di wilayah-wilayah kering seperti Gunungkidul.

“Kami berkomitmen agar setiap tetes air dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Untuk wilayah yang memiliki potensi air tanah seperti Gunungkidul, kami akan menambah titik-titik jaringan irigasi air tanah secara bertahap, termasuk memperhatikan akses jalan usaha tani,” kata Menteri Dody.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR dan BBWS Serayu Opak yang terus memberi dukungan nyata kepada masyarakat petani.

“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan JIAT di wilayah kami. Kehadiran Bapak Menteri yang langsung mendengar aspirasi petani menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap kebutuhan di daerah,” ungkap Bupati Endah.

Pembangunan JIAT Pampang melengkapi berbagai titik irigasi air tanah lainnya yang dibangun di Gunungkidul. Program ini tidak hanya mengatasi kekeringan, tetapi juga mendorong transformasi kawasan tadah hujan menjadi lahan produktif yang berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bagian dari semangat “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan nasional.

AIR UNTUK KEHIDUPAN PETANI — JIAT PAMPANG

Posting Komentar

0 Komentar