Kemeriahan Tradisi Rasulan Kedungdowo 2025
Warga Dusun Kedungdowo, Kalurahan Pampang, kembali menggelar tradisi tahunan Rasulan atau bersih dusun pada Rabu Wage, 11 Juni 2025. Acara yang menjadi wujud syukur atas hasil panen ini berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, serta kejutan dari warga RT 20 yang semakin memeriahkan suasana.
Pentas Jathilan Turonggo Wiro Mudho yang memukau penonton
Kegiatan Rasulan dimulai sejak Selasa (10/6) malam dengan Orkes Tembang Lawas yang menghibur warga hingga larut malam. Keesokan harinya, Rabu (11/6), acara dilanjutkan dengan Kenduri & Karawitan Lestari Laras pukul 11.00–14.00 WIB, di mana warga berkumpul untuk selamatan bersama sambil menikmati alunan musik tradisional.
Rasulan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga. Arak-arakan hasil bumi dari RT 20 menambah warna berbeda dalam perayaan tahun ini dan mendapat apresiasi dari seluruh tamu undangan.
Puncak acara di siang hari ditandai dengan pentas Jathilan Turonggo Wiro Mudho yang memukau penonton dengan gerakan dinamis dan kostum warna-warni. Namun, yang paling menarik perhatian adalah kejutan dari warga RT 20 yang menunjukkan kekompakan dengan menggelar arak-arakan tenggok kepungan (keranjang hasil bumi) serta membawa gunungan berisi sayuran dan buah-buahan hasil panen warga.
Malam harinya, penampilan Campursari CSGK menutup rangkaian acara dengan gegap gempita, mengajak warga berdendang dan menari bersama.
Acara dibuka oleh MC Bapak Suwarno, kemudian dilanjutkan sambutan dari Penewu Kapanewon Paliyan, Bapak Dasno, yang mengapresiasi pelestarian budaya ini. Sebelum acara dimulai, dilakukan doa bersama dan pembagian berkat (makanan tradisional) sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar panen tahun depan lebih baik.
Dengan berakhirnya acara tanpa kendala berarti, warga Kedungdowo kembali membuktikan komitmen mereka dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat tali silaturahmi.
0 Komentar