Ticker

6/recent/ticker-posts

Studi Banding Pokdarwis Desa Pampang ke Desa Wisata Tepus

Foto bersama peserta studi banding Desa Pampang di depan Tugu Balai Kalurahan Tepus

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pampang beserta perwakilan pengurus Desa Wisata Pampang dan Pulutan mengikuti studi banding ke Desa Wisata Kalurahan Tepus. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul sebagai bagian dari Program Pembinaan Desa Wisata dan Pokdarwis dalam rangkaian Program Pagu Indikatif Sektoral (PIS). Studi banding ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) yang sebelumnya digelar di Balai Desa Pampang pada 12 Agustus 2025 dan di Desa Pulutan pada 13 Agustus 2025.

Balai Kalurahan Tepus

Sesampainya di Balai Desa Tepus, peserta dari kedua desa disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Bapak Oneng Windu Wardana, S.Si., M.Si, yang didampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Bapak Supriyatna, S.Sos, MM, beserta jajarannya. Dalam arahannya, Pak Oneng menekankan pentingnya kolaborasi antar-desa wisata untuk saling belajar dan mengembangkan potensi lokal.

Selanjutnya, Ketua Desa Wisata Tepus, Bapak Heri, memaparkan sejarah perkembangan desa wisata setempat serta memperkenalkan destinasi terbaru mereka, Kampung Dolanan. Kampung ini mengangkat berbagai permainan tradisional yang mulai terlupakan di era digital, seperti egrang, sunda manda, dan ketapel. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati kuliner lokal berbahan dasar rumput laut serta melihat langsung proses pembuatan anyaman pandan yang menjadi kerajinan khas Tepus.

Gate Kampung Dolanan Dusun Trosari
Permainan tradisional Sunda Manda
Permainan tradisional egrang

Sebelum mengunjungi Kampung Dolanan, peserta diajak melihat kerajinan perak di Dusun Blekonang dengan menggunakan jeep wisata—hasil kolaborasi dengan driver jeep pantai setempat. Perjalanan dilanjutkan ke Dusun Trosari untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat dan potensi wisatanya.

Pantai Drini

Usai berkeliling, peserta menikmati makan siang dengan sajian khas Gunungkidul berupa nasi ingkung dan hidangan lokal lainnya dalam prosesi adat mirip kenduri. Momen ini semakin memperkaya pengalaman peserta dalam memahami budaya dan kearifan lokal Tepus.

Antusiasme terlihat dari peserta studi banding, baik dari Desa Pampang maupun Pulutan. Mereka mengaku mendapat banyak ilmu baru, terutama dalam hal pengelolaan destinasi, pelibatan masyarakat, dan pengemasan produk wisata yang kreatif.

"Kami sangat terinspirasi oleh inovasi yang dilakukan Desa Tepus, terutama dalam menghidupkan kembali permainan tradisional dan memanfaatkan sumber daya alam seperti rumput laut dan pandan," ujar salah satu perwakilan Pokdarwis Pampang.

Dengan adanya program seperti ini, Dinas Pariwisata Gunungkidul berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan desa wisata yang berkelanjutan, tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Posting Komentar

0 Komentar