Kalurahan Pampang Optimalkan TPS3R Mbulu Makmur untuk Atasi Persoalan Sampah
Guna mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk pembangunan berkelanjutan dan mengatasi persoalan sampah yang kian mengemuka, Kalurahan Pampang menyelenggarakan Sosialisasi dan Optimalisasi TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Mbulu Makmur. Acara yang mengusung tema "Sosialisasi dan Optimalisasi Dana Desa Bersama DLH Kabupaten Gunungkidul untuk Lingkungan Bersih" ini digelar pada Kamis, 4 September 2025.
Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Lurah Kalurahan Pampang, Saiful Khohar, serta menampilkan narasumber kompeten dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro, S.T., M.T., yang mewakili Kepala Dinas LH, Antonius Hary Sukmono.
Tanggapi Kondisi Aktual, Gunungkidul Darurat Sampah
Sosialisasi ini menjadi sangat relevan melihat kondisi sampah di DIY, khususnya Gunungkidul, yang memerlukan penanganan serius. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY pada 2023, timbunan sampah di Gunungkidul mencapai 198 ton per hari. Sementara itu, kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada sangat terbatas, sehingga pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi sebuah keharusan.
Eko menekankan bahwa TPS3R Mbulu Makmur hadir sebagai solusi tepat untuk menjawab tantangan ini. "Dengan menjadi pelanggan TPS3R, warga tidak hanya berkontribusi langsung pada kebersihan lingkungan sendiri, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular. Sampah yang terpilah akan memiliki nilai ekonomi, mengurangi beban TPA, dan yang terpenting, mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat desa," jelas Eko.
Para peserta yang hadir terlihat antusias dan aktif bertanya. Salah satu pertanyaan kritis disampaikan oleh Ibu Siti, yang mempertanyakan penanganan sampah plastik kemasan jajanan di lingkungan sekolah yang tidak memiliki nilai jual dan sulit didaur ulang. Ia juga menyoroti kerumitan pemilahan sampah jika harus dilakukan secara detail.
Menanggapi hal ini, Eko Suharso memberikan contoh praktis yang telah berhasil diterapkan di salah satu sekolah di Kecamatan Playen. "Sekolah tersebut membuat aturan bagi siswa yang membeli jajanan. Jika membeli minuman, harus menggunakan gelas yang disediakan sekolah, dan untuk makanan harus menggunakan mangkuk. Kebijakan sederhana ini terbukti efektif mengurangi volume sampah plastik sekali pakai secara signifikan di sumbernya," ujarnya.
Acara yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sesuai anjuran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pukul 10.00 WIB ini ditutup dengan optimisme tinggi. Keberadaan TPS3R Mbulu Makmur diharapkan dapat mengambil alih peran pengangkutan sampah yang selama ini dilakukan oleh truk kabupaten.
Dengan semangat "Ayo Jadi Pelanggan TPS3R Mbulu Makmur", Kalurahan Pampang menatap masa depan yang lebih baik dalam pengelolaan sampah, menjadikan dana desa sebagai investasi berharga bagi kelestarian lingkungan.
0 Komentar