Ticker

6/recent/ticker-posts

Sejarah Desa Pampang, Paliyan Gunungkidul

Balai Desa Pampang

Desa Pampang, Paliyan Gunungkidul

"Pampang Ijo, Subur Makmur, Guyub Rukun"


Peta Desa Pampang

Dokumentasi Foto


Sejarah Desa Pampang

Abad 18

Asal Usul Desa

Desa Pampang didirikan oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta yang menetap di wilayah ini. Nama "Pampang" berasal dari kata "sempalaning pang-pang" (cabang pohon besar yang patah).

1927-1948

Era Kyai Lurah Harjo Suwito

Masa kepemimpinan lurah yang juga seorang dalang wayang terkenal. Tradisi kesenian wayang kulit mulai berkembang pesat.

1960-an

Berkembangnya Kerajinan Perak

Industri kerajinan perak (gemblak) mulai menjadi mata pencaharian utama warga dan menjadi ciri khas Desa Pampang.

1967

Pembangunan Pasar Pon

Pasar tradisional dibangun sebagai pusat perekonomian warga.

2009

Pembangunan Galeri Perak

Dengan bantuan PGN, dibangun Galeri Perak sebagai pusat pemasaran produk kerajinan warga.

2015-sekarang

Pengembangan Wisata Bendowo

Potensi alam sungai Kedungdowo dikembangkan menjadi objek wisata alam.

Budaya & Tradisi

🎭

Wayang Kulit

Pertunjukan wayang kulit menjadi hiburan utama dalam acara Rasulan dan hajatan warga.

🌾

Rasulan

Tradisi bersih desa sebagai ungkapan syukur setelah panen.

💧

Srabi Kocor

Ritual memohon hujan di Sumur Gede saat musim kemarau panjang.

🕌

Nyadran

Ziarah kubur leluhur sebagai bentuk penghormatan.

🐄

Gumbrekan

Selamatan hewan ternak pada Selasa Wage sebagai permohonan keselamatan hewan peliharaan.



SEJARAH BERDIRINYA DESA PAMPANG

Asal Usul Nama "Pampang"

Desa Pampang berdiri pada tahun 1864 pada masa Kadipaten Mataram. Nama "Pampang" berasal dari pepatah Jawa "sempalaning pang-pang" yang artinya "pohon besar dengan banyak dahan (cabang) yang patah". Pohon besar ini menggambarkan besarnya kerajaan (Kraton), sedangkan dahan yang patah melambangkan para abdi dalem Kraton yang memiliki kedudukan sebagai Demang, Bekel, atau Behi yang bermukim dan dihormati oleh masyarakat setempat.

Para abdi dalem dan sesepuh berkumpul untuk bermusyawarah, dan hasil musyawarah tersebut menyepakati nama "PAMPANG" untuk tempat ini.

Kepala Desa yang Pernah Menjabat

Hingga saat ini, Desa Pampang telah dipimpin oleh 9 (sembilan) kepala desa, yaitu:

1. Kyai Lurah Sodinomo (Dherung)

  • Lurah pertama Desa Pampang.
  • Menjabat selama kurang lebih 30 tahun.
  • Tidak banyak informasi mengenai kiprahnya karena minimnya sumber sejarah.

2. Kyai Lurah Songet (Lurah Sekores)

  • Menjabat hanya sekitar 1 tahun.
  • Diberhentikan karena masalah penyimpangan administrasi keuangan pada masa pemerintahan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

3. Kyai Lurah Harjo Suwito (Golo) (1927–1948)

  • Menjabat pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.
  • Tokoh seni dan budaya, dikenal sebagai dalang wayang kulit dengan nama "Dalang Golo".
  • Membangun sistem pemerintahan yang lebih tertib dan melestarikan budaya Jawa.

4. Bapak Pawiro Utomo (1948–1965)

  • Sebelumnya menjabat sebagai Carik Desa.
  • Masa jabatannya diwarnai peristiwa G30S PKI, di mana hampir seluruh perangkat desa diberhentikan.

5. Bapak Suyanto, SE (1965–1995)

  • Sarjana Ekonomi lulusan UGM.
  • Membangun Balai Desa, Pasar Pon, SD Pampang, dan lapangan sepak bola.
  • Memindahkan Kantor Desa ke lokasi baru.

6. Bapak Sarmidi, SE (1996–2004)

  • Memperbaiki administrasi pemerintahan dan infrastruktur desa.

7. Bapak Sugiyatno (2004–2014)

  • Membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).
  • Membangun sumur bor dan rehabilitasi pasar.

8. Bapak Iswandi, SE (2015–2020)

  • Mengembangkan wisata Bendowo dan program Kampung Hijau.
  • Merehabilitasi Balai Desa dan membentuk BUMDes.

9. Bapak Saiful Khohar (2021–sekarang)

  • Sedang menjabat

KEADAAN WILAYAH DESA PAMPANG

Identitas Desa

  • Nama Desa: Pampang
  • Kecamatan: Paliyan
  • Kabupaten: Gunungkidul
  • Provinsi: Daerah Istimewa Yogyakarta

Dusun di Desa Pampang

  1. Dusun Polaman
  2. Dusun Jetis
  3. Dusun Pampang
  4. Dusun Kedungdowo Wetan
  5. Dusun Kedungdowo Kulon

Data Kependudukan

Jumlah Penduduk: 2.681 jiwa
Pria: 1.341 jiwa
Wanita: 1.340 jiwa
Kepala Keluarga (KK): 896 KK

Luas Wilayah

Total: 371,6880 hektar
Tanah Ladang/Pekarangan: (data belum lengkap)
Tanah Sawah/Tegalan: (data belum lengkap)

Batas Wilayah

Timur: Desa Wareng
Selatan: Desa Mulusan dan Karangasem
Barat: Desa Grogol
Utara: Toboyo, Desa Plembutan

KEADAAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA, DAN KEMASYARAKATAN

Mata Pencaharian Penduduk

Petani: 136 jiwa
Buruh Tani: 212 jiwa
PNS: 36 jiwa
Pedagang: 112 jiwa
Pengrajin Perak (Gemblak): 122 jiwa

Catatan: Desa Pampang dikenal sebagai Sentra Kerajinan Perak sejak 1960-an, dengan hasil kerajinan yang diekspor ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.

Tingkat Pendidikan

TK/PAUD: 76 jiwa
SD: 172 jiwa
SMP: 54 jiwa
SMA: 48 jiwa
Sarjana S1: 6 jiwa
Sarjana S2: -

Agama

Islam: 2.669 jiwa
Kristen/Katholik: 22 jiwa
Hindu: -
Buddha: -

Sarana Ibadah

Masjid: 12 buah (tersebar di 5 dusun).

ADAT ISTIADAT DAN BUDAYA YANG MASIH DILESTARIKAN

1. Rasulan (Bersih Dusun)

  • Upacara syukuran setelah panen.
  • Dilaksanakan di tiap dusun pada hari berbeda:
    • Dusun Polaman, Pampang, Jetis: Senin Pon.
    • Dusun Kedungdowo: Rabu Wage.
  • Diiringi hiburan wayang kulit, reyog, dan pertandingan olahraga.

2. Kirim Doa

  • Upacara sebelum musim tanam untuk memohon kesuburan.

3. Srabi Kocor

  • Ritual memohon hujan saat kemarau panjang.
  • Dilaksanakan di Sumur Gede, Dusun Pampang.

4. Nyadran

  • Tradisi ziarah kubur dan kirim doa untuk leluhur.

5. Gumbregan

  • Selamatan hewan ternak (sapi, kambing, kerbau) pada Wuku Gumbreg Selasa Wage.

PEMBANGUNAN DAN PROGRAM DESA

1. Infrastruktur

  • Pasar Pon: Dibangun 1967, direhabilitasi 2007–2011.
  • Sumur Bor: Dibangun 2007–2008 untuk mencukupi kebutuhan air bersih.
  • Puskesmas Pembantu: Dipindahkan ke Dusun Pampang (2017).

2. Program Unggulan

  • KUBE Sejahtera 07: Kelompok Usaha Bersama untuk pengrajin perak dan peternak.
  • BUMDes: Mengelola SPAMDes, pasar, dan aset desa.
  • Wisata Bendowo: Obyek wisata alam di Kedungwowo Kulon.

3. Penghargaan

  • Desa Penyangga Wisata (2009).
  • Piagam prestasi dari Pemda DIY untuk pengembangan perikanan.

PENJELASAN SINGKAT

1. Galeri Perak Pampang

Dibangun dengan bantuan PGN Jakarta (2009).

2. Tugu Perbatasan Desa

Terletak di perbatasan bagian timur: Dusun Polaman dan Wareng.

Terletak di perbatasan bagian barat: Dusun Kedungdowo Kulon dan Grogol.

3. Wisata Bendowo

Destinasi wisata alam dengan sungai dan river tubing.

4. Balai Desa Pampang

Direhabilitasi pada 2016.

Posting Komentar

0 Komentar